Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

ZULY SANGUINO

Sudah 426 kali dilihat

ZULY SANGUINO

 Terlahir dengan kelainan genetik tanpa lengan dan kaki membuat hidup Zuly Sanguino pada awalnya menderita. Postur tubuhnya yang tidak tumbuh sempurna membuat dirinya menjadi sasaran bully (ejekan) di sekolah dengan menyebutnya alien. Dia kerap dikucilkan dan bahkan di usia 15 tahun, Zuly menjadi korban pemerkosaan. Kejadian itu akhirnya membuat dia merasa tidak pantas hidup. Hanya ada satu niat dalam hatinya yaitu bunuh diri. Dia lalu naik ke lantai empat sebuah gedung dan bersiap untuk melompat.

Tetapi sang ibu, Guillermina muncul tepat waktu saat dirinya bersiap untuk melompat. Zuly mulai menangis dan mengatakan bahwa dirinya begitu buruk dan hanya membuat sang ibu tidak bangga. Namun sang ibu segera memeluknya erat-erat dan mengatakan bahwa suatu hari nanti hidup Zuly tetap bisa bahagia sama seperti hidup orang normal lainnya. Sejak dari masa itulah Tuhan mengubah rencana putus asa itu menjadi sesuatu yang tak terpikirkan oleh Zuly sebelumnya.

“Aku merasa dia adalah malaikat, malaikat yang akan selalu ada di sisiku, dan aku bersyukur kepada Tuhan karena dia selalu ada ketika aku membutuhkannya,” tutur Zuly mengungkapkan betapa pentingnya sang ibu yang selalu mengasihinya apa adanya.

Dengan dorongan dan dukungan sang ibulah, Zuly mulai bekerja keras membangun kepercayaan diri.

Setelah mengalami kehidupan yang paling terendah, Zuly menyadari bahwa dia telah menghabiskan terlalu banyak waktu untuk fokus pada kekurangannya. “Aku tidak punya lengan dan kaki, tapi aku tidak akan membiarkan diriku terus-menerus memikirkannya”. Rancangan Tuhan kepada setiap orang memang selalu baik. Meski dalam kondisi cacat, Tuhan memberkati Zuly dengan bakat seni yang luar biasa. Dia mulai menggunakan mulutnya untuk melukis sejumlah karya yang begitu indah. Ketakutan bisa menimpa siapa saja dan tentang apa saja. Namun pemazmur mengajarkan ketika takut menghampiri, percayalah kepada Tuhan (Mzm. 56:3). Dunia di sekitar kita bisa saja menampilkan wajah menakutkan, ekonomi, politik, budaya hadir dengan wajah menakutkan. Namun setiap orang percaya akan memandang kepada Yesus dan meyakini bahwa ia harus tetap menjalani kehidupan. Zuly Sanguino pernah mengalami ketakutan dan mencoba mengakhiri hidupnya. Namun kehadiran ibu dan sahabat-sahabatnya menjadi pendorong untuk bangkit lagi.

Kalau Zuly Sanguino bisa mengatasi pergumulannya, apakah kita akan menyerah?

No Response to “ZULY SANGUINO”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Ada 1 pengunjung online
October 2018
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031