Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

SESENDOK TINTA DAN KEBAHAGIAAN

Sudah 886 kali dilihat

SESENDOK TINTA DAN KEBAHAGIAAN

Ada seorang yang cukup terkenal karena kearifan yang dimilikinya.

Meskipun usianya sudah cukup tua, namun kebijaksanaannya luar biasa.

Karena itulah, orang berbondong-bondong ingin bertemu dengannya

dengan harapan agar masalah mereka bisa diselesaikan.

Setiap hari, ada saja orang yang datang bertemu dengannya. Mereka

sangat mengharapkan jawaban yang kiranya dapat menjadi solusi bagi

permasalahan yang sedang mereka hadapi.

Dan hebatnya, rata-rata dari mereka puas akan jawaban yang diberikan.

Tidak heran, kepiawaiannya dalam mengatasi masalah membuat

namanya begitu tersohor.

Renungan dari Meja Pdt.

Alexius Letlora

Suatu hari, seorang pemuda mendengar pembicaraan orang-orang di sekitar yang bercerita

tentang orang tua tersebut. Ia pun menjadi penasaran dan berusaha mencari tahu

keberadaannya. Ia juga ingin bertemu dengannya. Ada sesuatu yang sedang mengganjal di

hatinya dan ia masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap mendapatkan jawaban dari

orang tua tersebut.

Setelah berhasil mendapatkan lokasi tempat tinggal orang tua itu, ia bergegas menuju ke sana.

Tempat tinggal orang tua tersebut dari luar terlihat sangat luas bagai istana.

Setelah masuk ke dalam rumah, ia akhirnya bertemu dengan orang tua bijaksana tersebut. Ia

bertanya, "Apakah Anda orang yang terkenal yang sering dibicarakan orang-orang mampu

mengatasi berbagai masalah?"

Orang tua itu menjawab dengan rendah hati, "Ah, orang-orang terlalu melebih-lebihkan. Saya

hanya berusaha sebaik mungkin membantu mereka. Ada yang bisa saya bantu, anak muda?

Kalau memang memungkinkan, saya akan membantu kamu dengan senang hati."

"Mudah saja. Saya hanya ingin tahu apa rahasia hidup bahagia? Sampai saat ini saya masih

belum menemukan jawabannya. Jika Anda mampu memberi jawaban yang memuaskan, saya

akan memberi hormat dan dua jempol kepada Anda serta menceritakan kehebatan Anda pada

orang-orang," balas pemuda itu.

Orang tua itu berkata, "Saya tidak bisa menjawab sekarang. "Pemuda itu merengut, berkata,

"Kenapa? Apakah Anda juga tidak tahu jawabannya?"

"Bukan tidak bisa. Saya ada sedikit urusan mendadak," balas orang tua itu. Setelah berpikir

sebentar, ia melanjutkan, "Begini saja, kamu tunggu sebentar."

Orang tua itu pergi ke ruangan lain mengambil sesuatu. Sesaat kemudian, ia kembali dengan

membawa sebuah sendok dan sebotol tinta. Sambil menuangkan tinta ke sendok, ia berkata,

"Saya ada urusan yang harus diselesaikan. Tidak lama, hanya setengah jam. Selagi menunggu,

saya ingin kamu berjalan dan melihat-lihat keindahan rumah dan halaman di luar sambil

membawa sendok ini."

"Untuk apa?" tanya pemuda itu dengan penasaran.

"Sudah, jangan banyak tanya. Lakukan saja. Saya akan kembali setengah jam lagi," kata orang

tua itu seraya menyodorkan sendok pada pemuda itu dan kemudian pergi.

Setengah jam berlalu, dan orang tua bijak itu pun kembali dan segera menemui pemuda itu.

Ia bertanya pada pemuda itu, "Kamu sudah mengelilingi seisi rumah dan halaman di luar?"

Pemuda itu menganggukkan kepala sambil berkata, "Sudah."

Orang tua itu lanjut bertanya, "Kalau begitu, apa yang sudah kamu lihat? Tolong beritahu saya."

Pemuda itu hanya diam tanpa menjawab. Orang tua itu bertanya lagi, "Kenapa diam? Rumah

dan halaman begitu luas, banyak sekali yang bisa dilihat. Apa saja yang telah kamu lihat?"

Pemuda itu mulai bicara, "Saya tidak melihat apa pun. Kalau pun melihat, itu hanya sekilas saja.

Saya tidak bisa ingat sepenuhnya."

"Mengapa bisa begitu?" tanya orang tua itu.

Sang pemuda dengan malu menjawab, "Karena saat berjalan, saya terus memperhatikan

sendok ini, takut tinta jatuh dan mengotori rumah Anda." Dengan senyum, orang tua bijak itu

berseru, "Nah, itulah jawaban yang kamu cari-cari selama ini. Kamu telah mengorbankan

keindahan rumah yang seharusnya bisa kamu nikmati hanya untuk memerhatikan sendok berisi

tinta ini. Karena terus mengkhawatirkan tinta ini, kamu tidak sempat melihat rumah dan halaman

yang begitu indah. Rumah ini ada begitu banyak patung, ukiran, lukisan, hiasan dan ornamen

yang cantik. Begitu juga dengan halaman rumah yang berhiaskan bunga-bunga warna-warni

yang bermekaran. Kamu tidak bisa melihatnya karena kamu terus melihat sendok ini."

Ia melanjutkan, "Jika kamu selalu melihat kejelekan di balik tumpukan keindahan, hidup kamu

akan dipenuhi penderitaan dan kesengsaraan. Sebaliknya, jika kamu  mampu melihat

keindahan di balik tumpukan kejelekan, maka hidup kamu akan lebih indah. Itulah rahasia dari

kebahagiaan. Apakah sekarang sudah mengerti, anak muda? "Pemuda itu pergi dengan

sukacita (KMH).

Dulu…dulu  Yesus pernah katakan 'yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman

Allah dan memeliharanya' (Lukas 11:28). Artinya sebuah kebahagiaan tidak sekedar membaca

Alkitab tetapi melakukan, merawat, menjaga dan melakukan Firman Tuhan. Maka setiap kali

berjumpa dengan pergumulan kita tetap mampu menjalani kehidupan dengan syukur. Bersyukur

bukan karena tidak ada masalah tetapi bersyukur sebab Allah ada.

No Response to “SESENDOK TINTA DAN KEBAHAGIAAN”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031