Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

SELASA, 6 AGUSTUS 2019 – Renungan Pagi

Sudah 354 kali dilihat

 

MINGGU VIII SESUDAHPENTAKOSTA

KJ.58 : 1 – Berdoa

TUHAN MEMBENTUK KITA MELALUI PENGALAMAN HIDUP

Ayub 5:11-27
Sesungguhnya berbahagialah manusia yang ditegur Allah. Sebab itu janganlah engkau menolak didikan yang Mahakuasa (ay.17)

Hidup adalah proses, dimana kita dibentuk oleh Tuhan. Ayub yang berasal dari kelas atas, dibentuk oleh Tuhan lewat penderitaannya. Sekalipun Ayub kemudian mendapatkan dua kali lipat dari semua yang dimilikinya sebelum penderitaannya, namun pengalaman penderitaan itu pasti membuat Ayub lebih peka terhadap kehendak Tuhan. Nyatanya memang harta dan kekayaan bukanlah hidup itu sendiri. Ayub makin matang dalam memaknai kehidupan. Setelah melewati penderitaan dan kemudian dipulihkan keadaannya oleh Tuhan (42 : 10 dst).

Kehidupan di era milenial ini makin materialistik dan individualistik. Orang dinilai dari banyaknya harta yang dia miliki. Sebab dengan harta orang bisa melakukan apa saja. Orang juga makin individualistik dan mengabaikan sesamanya. Bahkan kalaupun sesamanya menjadi korban sifat egoisnya dia menganggap itu risiko kompetisi dalam hidup. Kalau mengalami problem kehidupan maka orang yang materialistik dan individualistik, akan melakukan hal yang sama yakni menyalahkan dan menuding orang lain. Dia menyampingkan Tuhan; dan karena itu tidak pernah mau belajar bahwa Tuhan justru membentuk manusia lewat peristiwa-peristiwa kehidupan. Baik itu dalam bentuk sukses dan kesenangan, maupun dalam bentuk kegagalan dan keprihatinan.

Dengan mengikut-sertakan Tuhan dalam kehidupan keseharian kita, maka kita akan mengerti bahwa Tuhan membentuk kita melalui pengalaman-pengalaman kehidupan. Karena itu setiap pergumulan harus dilihat sebagai teguran dari Tuhan, agar kita makin mendekatkan diri kepada Tuhan. Melaiui teguran itu berarti Tuhan masih tetap mau mendidik dan membentuk kita. Dalam hai ini yang paling penting adalah kita perlu menyadari bahwa teguran Tuhan itu berarti kita masih diperhatikan oleh Tuhan. Bahwa kita masih diperhatikan Tuhan, ini cukup menjadi modal untuk melangkah memasuki masa depan.

KJ.58 : 4
Doa : (Terimakasih Bapa, Engkau selalu bersedia memperhatikan diri-ku tanpa pernah alpa)

No Response to “SELASA, 6 AGUSTUS 2019 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
December 2020
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031