Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Selasa, 5 September 2017 – Renungan Pagi

Sudah 564 kali dilihat

MINGGU XIII ses. PENTAKOSTA
SELASA, 5 SEPTEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.287 : 1-Berdoa
PERSAHABATAN

Hakim-Hakim 12:1-7
Tetapi jawab Yefta kepada mereka : “Aku dan rakyatku telah terlibat…(ay.2)

Punya saudara tapi menyebalkan.  ltulah Efraim. Kisah ini hampir mirip dengan pengalaman hakim Gideon (bc.8:1-3). Dalam kedua kisah itu (Gideon dan Yefta), Efraim bersungut-sungut karena tidak disertakan dalam pesta kemenangan. Rupanya orang Efraim tidak ingin kedua saudaranya menjadi lebih hebat dan terkenal. Efraim cenderung menempatkan dirinya sebagai suku yang paling penting dan utama. Dalam pikirannya, bahwa nantinya keberhasilan Gideon maupun Yefta menumpas semua musuhnya itu karena campur tangan Efraim.

Yefta orang yang berpendirian keras, ia tidak mau dikendaiikan oleh Efraim yang juga punya kemauan yang keras. Meski kedua belah pihak berasal dari bilangan keturunan yang bersaudara, namun bila sama-sama keras maka pertengkaran tak dapat dieiakkan. Siapapun orang tentunya beium tentu nyaman bila dikendaiikan atau diatur oleh orang lain, apalagi bila selalu berjumpa dengan orang yang sudah ketahuan, kalau dia si tukang ngatur. Mungkin akan banyak orang untuk berusaha menghindarinya.

Bercermin dari kisah ini, model seperti apa kita ini, salah satu atau keduanya? Hari ini kita akan memulai iagi semua aktivitas, dan itu bakal berjumpa dengan orang lain. Saat sebelum memulai perjumpaan dengan orang banyak, baikiah sejenak kita bermeditasi dengan bertanya pada batin kita secara jujur, “apakah saya selalu mengendaiikan orang lain”, “cenderung mengaturorang lain, tapi sesuai kemauan atau seleraku”. Lalu saat berada di tengah orang Iain, “jangan-jangan kalau saya ada si situ, sebenarnya mereka lebih nyaman kalau saya tidak ada” atau “mereka lebih suka pergi”, dan “jangan-jangan mereka hanya berpura-pura mendengar”. Mudah-mudahan semuapertanyaan tadi dapat menolong kita untuk mengoreksi cara kita bergaul, sehingga tidak dicap “si tukang atur”.

Mari mulai mewarnai hidup ini dengan persahabatan yang tulus, maka orang akan senang berkeliling di sekitar kita menjadi teman kerja. Namun bila laku hidup tidak membangun persahabatan, pastiiah mereka buru-buru menghindar setelah berkata, “Astaga! Dia datang iagi! Mau ngapaian lagi?!” …kabuurrr!”

GB. 287: 2,3
Doa : (Ya TUHAN, buatlah kami dapat membangun persahabatan, dengan demikian kami tidak mencari keuntungan atau membangun rasa enak sendiri)

No Response to “Selasa, 5 September 2017 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031