Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Selasa, 3 Oktober 2017 – Renungan Pagi

Sudah 682 kali dilihat

MINGGU XVII SES. PENTAKOSTA
SELASA, 3 OKTOBER 2017
Renungan Pagi
GB 273:1 -Berdoa
AROGANSI MENGALAHKAN KOMPROMI

1 Raja-Raja 12:1-15
Ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cam buk yang berduri besi (ay.14)

Kelembutan dan kepedulian lebih gampang menyelesaikan persoalan, ketimbang kekerasan dan arogansi. Tetapi sayangnya Rehabeam lebih tertarik dan memilih kekerasan dalam menyelesaikan persoalan. Andaikata Rehabeam lebih kompromistis dan membuka tangan terhadap keluhan orang-orang tertindas, maka kerajaannya tidak pecah, umat Allah tidak tercabik. Akibat keputusan yang salah, maka akhirnya yang terjadi: Salomo menabur angin, Rehabeam putranya menuai badai. Kerajaan Israel yang utuh itu harus pecah.

Sebenarnya Rehabeam bisa memperbaiki dan memulihkan keadaan tetapi ternyata Rehabeam lebih memilih kehancuran. Rehabeam terlalu terhormat untuk mengalah. Harga diri sebagai putra mahkota terlalu tinggi dan mahal, sehingga tidak pantas untuk turun dan merendahkan diri dalam sebuah kompromi. Padahal apabila Rehabeam merendahkan diri ia tidak kehilangan apa-apa, tetapi ia malahan mendapatkan kembali kepercayaan rakyat yang sudah hilang. Keagungan dan kebesaran jiwa Rehabeam sang putra mahkota, tidak terletak pada posisi yang tidak boleh diganggugugat atau kedudukan yang tidak boleh dirongrong oleh keluhan.

Tetapi terletak pada kesediaan untuk mendengarjeritan orang-orang tertindas dan berkompromi dengan mereka. Rehabeam yang telah terbiasa dengan kenikmatan dan kekuasaan di era Salomo ayahnya, tidak mau mengurangi kenikmatan yang sudah dinikmati selama ini. Rehabeam yang telah terbiasa dengan kekuasaan, tidak mau kekuasaan itu direduksi, oleh rakyatnya sendiri. Untuk mempertahankan kenikmatan dan kekuasaan itu, semua masukan dari para tua-tua yang berhikmat akan ditampik dan ditolak mentah-mentah.

Sebaliknya nasihat yang tidak bijak dan berhikmat, dari orang-orang muda, nasihat yang berorientasi kepada langgengnya kenikmatan dan kepentingan sendiri disambut dengan gembira. Nasihat yang melayani ambisi dan kepentingan diri selalu dianggap lebih baik dan bijak.Tetapi sebenarnya dib”a|ik nasihat yang kedengarannya menguntungkan itu bersembunyi bencana dan kehancuran yang tidak terhindarkan.

GB. 273:2,3
Doa : (Tuhan, berikan kami kerendahan hati, untuk tak memaksakan kehendak tapi dengan kesediaan mendengar dan peduli)

No Response to “Selasa, 3 Oktober 2017 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031