Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

Sudah 494 kali dilihat

 

GB.70 : 1 – Berdoa

HUKUM YANG MEMERDEKAKAN

Yakobus 1:22-25
Tetapi barang siapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya (ay.25)

Menyambut Firman Tuhan dengan hati dan tangan yang terbuka, melaksanakan dan mengimplementasi Hukum Tuhan, akan mempersempit ruang gerak kehidupan. Banyak sekali kesempatan-kesempatan untuk maju dan berkembang dikekang atau dibendung. Banyak kenikmatan-kenikmatan hidup dan kemudahan yang harus dikorbankan. Banyak fasilitas yang harus disingkirkan. Lebih banyak rugi ketimbang untung. Hukum Tuhan penuh dengan kata jangan… dan jangan….Itulah kesan umum banyak orang sehingga mereka menjauhi kehidupan yang bernafaskan iman kristiani. Apakah benar Hukum dan kemerdekaan bertentangan atau bertolak belakang sehingga tidak bisa kompromi? Hukum mengekang dan membatasi sementara kemerdekaan membuka semua pintu yang terkunci, melepaskan semua yang terkurung. Kemerdekaan memberikan tiket kepada manusia untuk melakukan semua yang disenangi. Tetapi yang perlu diperhatikan ialah ketika manusia bebas dan mampu melaksanakan apa saja yang ia kehendaki, maka di saat seperti itu, ia telah mengundang dan membuka pintu bagi persoalan di dalam hidupnya.

Kemerdekaan tidak menegasikan Hukum Tuhan dan Hukum Tuhan tidak menegaskan kemerdekaan sebab Hukum Tuhan adalah Hukum yang memerdekakan. Hukum tidak membatasi dan mengekang kehidupan tetapi mengarahkan kehidupan ketika kemerdekaan telah dicapai. Seringkali kebebasan lepas kendali tidak tahu ke mana ia harus pergi, kemerdekaan yang kehilangan arah. Di saat seperti itulah Hukum Tuhan dibutuhkan. Orang yang meIakukan Hukum Tuhan bukan orang yang dikendalikan dan diatur oleh hukum, tetapi orang yang menemukan kebenaran bahwa di dalam ketaatan dan pelayanan terhadap hukum Tuhan, ia menemukan kemerdekaan yang sebenarnya. Melaksanakan hukum Tuhan tidak dirasakan sebagai beban, tetapi dilakukan dengan sukacita, bukan dengan terpaksa tetapi dengan rela.

GB.70:2,3
Doa : (Tolong kami Bapa, agar Hukum-hukum-Mu tidak kami rasakan sebagai beban, tetapi mendatangkan sukacita dan memandu kami dalam perjalanan kehidupan)

No Response to “SELASA, 25 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031