Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Selasa, 19 September 2017 – Renungan Pagi

Sudah 606 kali dilihat

MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
SELASA, 19 SEPTEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.62 : 1-Berdoa
BELAJAR DENGAN RENDAH HATI

Amsal 13:13-19
Ajaran orang bijak adalah sumber kehidupan…. (ay. 14a)

Amsal adalah buku pedoman hikmat yang menjadi panduan bagi pelajaran moral dalam pendidikan yang dilaksanakan oleh umat Israel. Dari sini terlihat jelas bahwa proses “belajar” adalah suatu proses yang tiada henti dilakukan atau biasa dikenal dengan istilah education is from womb to tomb (pendidikan adalah proses belajar yang terus-menerus, mulai sejak dari kandungan hingga ajal menjemput). Ini berarti ketika seseorang merasa kalau dia tidak perlu lagi belajar karena sudah pandai, itulah awal dari kebodohannya yang sejati. Merasa tahu padahal tidak tahu, inilah pribadi sok tahu yang pura-pura tahu padahal tidak tahu. lnilah yang membuat kitab Amsal seringkali membandingkan secara kontras antara orang bijak dan orang fasik. lnilah yang terlihatjelas dalam perikop pembacaan Firman pada saat ini. Terlihat bahwa secara keseluruhan, orang bijak adalah orang yang selalu mau belajar dan rendah hati. Di sisi lain, orang fasik adalah orang yang sudah merasa tahu segalanya dan keras hati.

Dengan demikian, mereka yang bijak adalah mereka yang terus belajar sepanjang hidup. . .be|ajar dari kegagalan, belajar dari kepahitan, belajar untuk sabar dan belajar untuk terus mengandalkan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan. Dalam pelayanan pun demikian, kita semua sama-sama sedang “belajar” untuk memberikan yang terbaik dalam pelayanan kepada Tuhan. Jadi jangan pernah merasa kalau kita tidak perlu lagi diberi tahu dan diberi nasihat. Bukankah kita dalam proses belajar? Kekecewaan dan tantangan tentu ada, tapi bukan berarti kita diajak untuk adu kehebatan, adu kepintaran apalagi adu kekayaan. Kita diajak untuk menyadari keterbatasan kita sehingga kita mau merangkul sesama yang juga terbatas untuk saling belajar dan melengkapi satu sama lain. lnilah kunci dari persekutuan sejati umat manusia. Tidak saling memukul melainkan merangkul. Tidak saling mengutuk melainkan “memeluk”. Tidak saling menghakimi melainkan mengasihi. Tidak saling mengumpat melainkan berbagi berkat. lnilah yang kemudian proses pembelajaran dalam kehidupan kita menjadi berarti!

GB.62 : 2
Doa : (Ya Tuhan, kiranya Engkau tetap menganugerahkan kerendahan hati dan kemauan untuk terus belajar dalam hidup ini)

No Response to “Selasa, 19 September 2017 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
May 2021
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31