Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Sabtu, 9 September 2017 – Renungan Pagi

Sudah 564 kali dilihat

MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA
SABTU, 9 SEPTEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.238 : 1,2 -Berdoa
SETIALAH

Hakim-Hakim 16: 4-22
“Ketika dilihat Delila, bahwa segala isi hatinya telah diceritakannya…” (ayat 18)

Sesudah peristiwa menghebohkan yang dilakukan Simson di Hebron, kisah kembali pada kehidupan pribadinya.  Kisah percintaan Simson berlanjut, tapi sekarang ia tertarik dengan seorang gadis dari Lembah Sorek, Delila.  Agaknya lagi-lagi nasib sial Simson jatuh di tangan perempuan.  Dari tipuan belaian perempuan itu sebenarnya Simson telah berhasil mematahkan rayuan liciknya.  Tetapi ia tidak segera menghindar, mungkin pikirnya ia masih bisa bertahan melawan godaan.  Kali ini tipu daya Delila berikutnya, setiap hari ia merengek-rengek membuat Simson bosan mendengarnya.  Rengekan Delila itu berhasil, sama seperti trik istrinya dulu (14:17), akhirnya rahasia diceritakannya.  Ia menjelaskan dirinya sebagai seorang yang hidupnya telah dipersembahkan dengan perjanjian di hadapan Allah, dan menjalani kehidupan sebagai Nazir.  Dengan terbukanya rahasia dirinya, jalan akhir Simson mulai terbuka.  Sebagai nazir Allah, hal yang menjadi pantangan haruslah dijaga, namun bila dikemudian waktu pantangan diabaikan, maka Allah akan meninggalkan dirinya.  Allah meninggalkan Simson, oleh sebab ia telah mengkhianati sumpah perjanjian.  Seseorang yang mengabaikan perjanjiannya dengan TUHAN, sama halnya dirinya meninggalkan TUHAN.

Simson, hakim yangberkharismatis, kini menjadi manusia paling lemah, malang yang dengan mudahnya ditangkap, dibutakan kedua matanya lalu dipekerjakan sebagai budak hina di penggilingan.  Kehebatannya berakhir.  Hal mana juga relasi kita dengan Allah adalah relasi anugerah perjanjian.  Dia berjanji menjadi pembela dan pelindung bagi mereka yang percaya sudah disertakan dalam perjanjian yang dianugerahkan oleh Kristus (Mzm. 18:3, Ef.3:6).  Kisah Simson yang mengabaikan perjanjian berakhir dengan keadaan ditinggalkan oleh TUHAN, menjadi bayangan keadaan hidup ditinggalkan TUHAN.  Kita bersyukur, bahwa kita telah dipilihnya agar bersatu dalam Kristus, dengan demikian hidup sebagai umat yang dijanjikan.  Penegasan ini semoga memberi harapan di saat ini.  Artinya, pengalaman sekarang adalah semacam suatu jaminan bahwa suatu saat kelak kita akan menerima janji penggenapan Allah yang sempurna.  Kematianlah atau hidup tanpa masa depan yang akan diterima jika meninggalkan Dia.  Karena itu jangan abaikan janji-Nya.

GB. 238: 3,4
Doa : (Ya Roh Kudus, tolonglah agar kami setia hidup dalam janji-MU)

 

No Response to “Sabtu, 9 September 2017 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031