Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Sabtu, 9 September 2017 – Renungan Malam

Sudah 575 kali dilihat

MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA
SABTU, 9 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
GB.254 : 1,2 -Berdoa
KOMITMEN

Hakim-Hakim 16: 23-31
“Berserulah Simson kepada TUHAN, katanya: “Ya Tuhan ALLAH, …” (ayat 28)

Dalam ketidakberdayaannya, Simson dengan kedua mata yang sudah dibutakan menjalani hidup sebagai tahanan penjahat perang.  Dengan statusnya sebagai tahanan di Gaza ia harus mengerjakan pekerjaaan yang hina di penggilingan.  Kini waktunya para penguasa dan pembesar kota-kota orang Filistin berkumpul untuk berpesta.  Suatu pesta yang di dalamnya mereka akan mempersembahkan kurban bakaran bagi dewa mereka, Dagon.  Ini semacam pesta ucapan syukur merayakan kemenangan orang Filistin atas Simson.  Dan untuk menyempurnakan maksud pesta itu, para raja kota orang Filistin meminta agar Simson dihadirkan di depan mereka.  Tentunya untuk dipermalukan habis-habisan.  Bahkan tentu lebih menyakitkan, saat mereka bersukaria menaikkan pujian dan nyanyian untuk Dagon, allah mereka.  Kemenangan mereka bukanlah kemenangan Dagon, tetapi karena kecerobohan nazir Simson yang mengabaikan perjanjian.

Saat dituntun ke luar penjara untuk berada pada posisi pusat tontonan, namun sekaligus dia berdiri di antara dua tiang utama penyangga tempat pesta.  Di situ Simson dengan rambut yang sudah mulai tumbuh, ia berdoa memohon kembali kekuatan untuk yang terakhir kalinya.  Sampai pada keadaan yang sebenarnya sudah ditinggalkan TUHAN, maka hidupnya pun tiada berdaya, sebab kekuatannya sudah lenyap, tapi ia masih ingin mengabdi kepada TUHAN.  Simson tidak memperlihatkan sikap yang menyesal dan menyalahkan diri, namun justru sikap yang tetap untuk mengabdi kepada TUHAN dan membela bangsa.  Sikap iman dan patriotism terakhir kalinya.  Di sini iman Simson tidak diragukan, ia tetap mempercayai TUHAN yang masih mau hadir dan membela dirinya.  Sekali mau bekerja bagi untuk kehendak TUHAN, maka akan terus dikerjakan meski kondisi sudah lemah dan terbatas oleh banyak hal.  Inilah keyakinan Simson rupanya, bahwa segala kekurangan yang ada tidak menjadi penghambat kuasa dan misi-Nya.  Sama seperti semboyan perjuangan yang populer, “setia sampai akhir, pantang biduk surut ke pantai”.  Komitmen hidup yang berbakti kepada-Nya kiranya tidak dipatahkan oleh kondisi yang terbatas dan dikeluhkan.

KJ. 254: 3,4
Doa : (Ya Roh Kudus, sanggupkan hamba-Mu ini setia pada-Mu hingga ajal menjemput)

No Response to “Sabtu, 9 September 2017 – Renungan Malam”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031