Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

SABTU, 8 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

Sudah 481 kali dilihat

 

GB.208 : 1 – Berdoa

TENANG MENANTIKAN DATANGNYA KESUSAHAN

Habakuk 3: 15- 16
Ketika aku mendengarnya, gemetarlah hatiku, (ay. 16)

Keadaan hidup ini seperti dua sisi mata uang, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya. Keadaan susah atau senang, keadaan hidup atau mati, keadaan sakit atau sehat, keadaan jatuh atau bangun, miskin atau kaya, kecil atau besar, hitam atau putih dan seterusnya. Karena seperti dua sisi mata uang, maka tidak ada seorangpun dari kita yang bisa memilih hanya yang senang saja, hidup saja, kaya saja, atau sehat saja dan menolak keadaan yang tidak kita sukai. Semua keadaan itu dapat terjadi di dalam kehidupan kita kapan saja dan kita tidak bisa menghindarinya. Oleh karena kita tidak dapat memilih keadaan seperti yang kita inginkan, maka cara yang terbaik bagi kita adalah menerima dengan lapang dada semua keadaan itu jika terjadi dan mendatangi hidup kita. Menerima dengan sakit, selamat datang penderitaan, selamat datang kematian.

Sulit untuk melakukannya, tetapi itulah yang dilakukan Habakuk. Dalam ketenangan ia akan menantikan datangnya hari kesusahan yang akan menyerang bangsa Yehuda. Walau hatinya gemetar, walau bibirnya menggigil, tulang-tulangnya tersengal, dan tubuhnya gemetar di tempat di mana ia berdiri saat Tuhan memberitahukan apa yang akan terjadi, tetapi ia akan menantikan datangnya hari kesusahan itu dengan tenang. Ketenangan itu datang dari kepercayaan kepada Tuhan Allah yang menjadi kekuatan bagi Habakuk.

Ketenangan menghadapi datangnya kesusahan sangat menentukan sikap kita menghadapi dan menyelesaikan kesusahan itu. Ketenangan itu akan membuat kita bisa berpikir jernih, tindakan kita menjadi lebih terarah dalam menjawab persoalan, tubuh kita tetap sehat (tidak stress, tidak sakit kepala dan jantung tidak berdebar-debar), kita memiliki kekuatan dan sukacita. Di saat kita mengatakan selamat datang kesusahan, maka kesusahan itu menjadi teman kita, yang akan kita perlakukan dengan baik. Jikalau kesusahan menjadi teman, maka kesusahan itu tidak menjadi kesusahan lagi. Hidup kita akan bebas dari kesusahan. Sambutlah kesusahanmu dengan percaya bahwa Tuhan yang telah memelihara hidup kita di masa lalu akan memelihara kita di masa sekarang dan tetap memelihara hidup kita di masa yang akan datang.

GB.208 ; 3
Doa : (Kami akan menantikan dan menyambut semua keadaan di dalam hidup ini dalam ketenangan, karena Engkaulah kekuatan kami)

No Response to “SABTU, 8 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
October 2019
M T W T F S S
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031