Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Sabtu, 11 November 2017 – Renungan Malam

Sudah 19 kali dilihat

MINGGU XXII SES. PENTAKOSTA
SABTU, 11 NOVEMBER 2017
Renungan Malam
KJ. 387 : 1 – Berdoa
MEREKA DILAYAKKAN

Ezra 2 : 55 – 58
Soluruh budak di bait Allah dan keturunan para hamba Salomo ada tiga ratus sembilan puluh dua orang (ay.58)

Tuhan memiliki standar kualitas yang menjadi ketetapan-Nya untuk mengukur kelayakan seorang pelayan. Selama ia masih mencemarkan diri dengan dunia, maka pelayanannya belum sesuai standar Tuhan. Kitab Tawarikh mengacu pada “orang Lewi” sebagai penyanyi dan penunggu pintu gerbang serta dari keturunan orang asing yaitu para tahanan perang yang telah membantu orang Lewi di Bait Suci Salomo. Di masa Nehemia orang-orang ini telah bersumpah untuk “hidup menurut hukum AIIah”dan tidak menikah dengan orang asing (Neh.10:28-30). Demikian pula Daud dan pegawainya memakai orang-orang asing (Netinim) untuk pekerjaan serupa bersama orang Lewi yang melayani Bait Suci. Beberapa keturunan mereka yang kembali dari pembuangan – budak di Bait Allah hanya disebut dalam Kitab Ezra dan Nehemia – mendaftarkan mereka diantara orang-orang yang kembali dari pembuangan, dan digolongkan pada “keturunan para hamba Salomo”(ay 58).

Ada anggapan bahwa mereka dan keturunan para hamba Salomo adalah keturunan dari orang-orang Kanaan dan keturunan tawanan bangsa Iain, seperti orang-orang Gibeon dalam Yos.9:27. Nama-nama asing dalam Ez.2:42-58 dapat memperkuat pendapat ini. Di Yerusalem mereka mempunyai tempat tinggal tertentu di daerah Ofel dekat Bait Allah (Nehemia 3:26, 31). Tempat tersebut mungkin sebagai pemondokan saat mereka bertugas, karena Ez.2:7O telah menyebut nama kota-kota tempat tinggal mereka. Namun, ini terkait masa sebelum pembangunan kembali Bait Allah itu. Hakikat pelayan yang berkenan kepada Tuhan jangan sebatas rutinitas dan liturgi belaka, tapi harus ada penyerahan diri total kepada kehendak Tuhan (“diperbudak oleh Tui1ar1”). Jadi, pelayanan sejati adalah persembahan ‘tubuh’ yang sudah dibaharui dan kesediaan untuk hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Pelayanan bukan hanya terkait apa yang bisa dilakukan sekarang, tetapi juga untuk kekekalan.

Malam hari ini, mari bertanya pada diri sendiri apakah pelayanan kita (di mana pun Tuhan tempatkan dan selaku apapun kita) sudah pasti berkenan dan menyenangkan hati Tuhan, sehingga kita pun dilayakkan-Nya? Selamat beristirahat dalam perlindungan-Nya.

KJ.387 : 2
Doa : (Tuhan mampukan kami menjadi pelayan yang menghamba kepada-Mu di seluruh bidang kehidupan kami)

No Response to “Sabtu, 11 November 2017 – Renungan Malam”

Comments are closed.

Jumlah Pengunjung

Ada 1 pengunjung online
November 2017
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930