Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Rabu, 20 September 2017 – Renungan Malam

Sudah 657 kali dilihat

MINGGU XV SES. PENTAKOSTA
RABU, 20 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
GB.245 : 1 -Berdoa
MENIKMATI MAKANAN DALAM KASIH

Amsal 15:17-33
lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lem bu tam bun dengan kebencian
(ay.17)

Hope Antone, salah seorang teolog perempuan dari Filipina mengemukakan bahwa bagi orang Asia (termasuk Indonesia), makan bersama memiliki makna yang sangat mendalam. Tidak hanya untuk mengenyangkan perut, makan bersamajuga menjadi simbol persaudaraan dan kekerabatan. ltulah mengapa, keputusan-keputusan penting biasanya dihasilkan saat makan bersama. Namun, di sisi lain, Antone juga mengingatkan bahwa kadangkala persoalan “makan” tidak hanya menjadi sumber kehangatan melainkan juga persoalan apabila tidak ada itikad baik untuk mengedepankan kasih persaudaraan. Seenak-enaknya makanan, semahal-mahalnya hidangan dan sebanyak-banyaknya pilihan untuk dimakan hanya akan menjadi sia-siajika kasih tidak ada di tengah-tengahnya.

lnilah yang dikemukakan oleh perikop firman Tuhan saat ini. Saat memaparkan mengenai kontrasnya hidup dalam kebenaran dan kefasikan, Amsal juga mengemukakan tentang makanan (Iebih baik sepiring sayur dengan kasih daripada /embu tambun dengan kebencian). Jadi, makanan itu bisa menjadi berkat tapi juga bisa membuat orang menjadi jahat karena dikuasai kebencian. Contohnya saja, perayaan gerejawi yang seharusnya penuh sukacita bisa bermuara pada persoalan hanya karena soal makanan. Pihak yang satu ingin banyak makanan, yang lain mau berhemat. Atau, kelompok ini mau makan jenis ini dan yang lain mau jenis itu. Bisa juga terjadi, warga jemaat menolak ibadah di rumahnya hanya karena merasa tidak mampu menyediakan makanan. Ya, makanan memang bisa mengenyangkan tapi juga bisa menimbulkan pertikaian. Amsal mengingatkan bahwa makanan memang penting, tapi kasih pada Tuhan dan sesama Iebih penting. Jadi, jangan sampai kita berkelahi dan menolak ibadah hanya karena makanan. Percayalah, sukacita yang sejati bersumber dari hati yang penuh kasih serta sikap yang takut akan Tuhan (ay. 33) dan bukan karena makanan semata.

GB.245 : 2
Doa : (Ya Tuhan, dalam kasih biarlah makanan yang adalah berkat-Mu mendatangkan sukacita dan bukan pertikaian dalam hidupku)

No Response to “Rabu, 20 September 2017 – Renungan Malam”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
May 2021
M T W T F S S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31