Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

MINGGU, 19 MEI 2019 – Renungan Pagi

Sudah 97 kali dilihat

 

HARI MINGGU IV SESUDAH PASKAH

KJ.416 : 1 – Berdoa

PERCABULAN ADALAH JERAT TUBUH DALAM KEBINASAAN

1 Korintus 6 : 12 – 20
“Jauhkanlah dirimu dari percabulan!” (ay.18)

Tubuh kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Itu adalah karunia Allah yang mengizinkan kita mengalami kefanaan dan terus menjadi seperti Dia. Ketika kita memperlakukan tubuh ini sebagai bait Roh Kudus, kita memperoleh berkat-berkat jasmani, emosi, dan rohani. Itu berarti menjaga dan memelihara “hidup kudus” secara ketat dan tidak membiarkan tubuh ini jatuh dalam berbagai bentuk percabulan. Salah satu definisi Kata kudus: berada dalam kemurnian (Ibr.:kadosh) yang berarti naik lebih tinggi. Artinya, Tuhan memanggil orang percaya untuk hidup sesuai standard-Nya, level hidup yang naik ke arah Kristus, yaitu hidup sebagaimana Kristus hidup dan berpikir (ay.15).

Hidup kudus dan tidak bercacat merupakan kehendak Tuhan bagi manusia, sebab Tuhan telah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej.1:27) dan harus dimiliki serta dipertahankan setiap orang yang hidup dalam Kristus. Hidup kudus harus menjadi gaya hidup orang percaya yakni hidup yang dapat dikendalikan dan tidak mengikuti hawa nafsu (1 Kor.6:15-16). Memang dalam hidup ini segala sesuatu boleh dimiliki, dinikmati dengan bebas, tetapi bukan semuanya berguna. Tidak semuanya dapat memberi faedah yang baik dalam hidup ini. Tubuh dan hidup manusia bukan semata-mata memenuhi keinginan daging yang dapat binasa dan dibinasakan Allah; juga bukan untuk diserahkan dan diseret menjadi alat percabulan (bdk.1 Kor.6:12-13). Karena Tuhan yang menciptakan manusia dengan kuasa, Dia juga Kudus, maka manusia yang diciptakan-Nya juga kudus, Ia pun menghendaki manusia kudus seperti diri-Nya. “Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus…” (lm 20:26; bdk.1 Petr.1:16).

Karena Tuhan itu kudus, maka Ia tidak dapat menyatu dengan ketidak-kudusan dan segala bentuk kecemaran serta percabulan. Kalau kita tidak hidup kudus, kita pun tidak dapat menyatu dengan Tuhan. Kita harus mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari. Dengan Roh Kudus saja kita dimampukan meninggalkan perbuatan daging dan segala kecemaran hidup. Kekudusan hidup tidak pernah bisa dicapai jika kita mengandalkan kekuatan sendiri, tanpa anugerah dan kekuatan Tuhan. Alkitab menegaskan, tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan, maka dari itu “…kejarlah kekudusan,”(|br.12:14).

KJ.416 : 2
Doa : (Ya Bapa, kuatkan kami dengan Roh Kudus untuk hidup kudus sesuai kehendak-Mu)

No Response to “MINGGU, 19 MEI 2019 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
June 2019
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930