Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

KONSISTENSI DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN

Sudah 70 kali dilihat

KONSISTENSI DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN

Pdt. Alex Letlora

 

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Dua persoalan penting masa kini adalah pengkhianatan dan perpecahan yang terjadi dalam keluarga. Pengkhianatan dan perpecahan yang mendominasi kehidupan telah menghadirkan praktek kekerasan dan pada gilirannya kekerasan itu muncul di ruang publik. Persoalan pengkhianatan dan perpecahan menjadi kronis sehingga tidak bisa diabaikan begitu saja namun perlu ditanggapi dengan kemauan yang kuat untuk menyatakan kebenaran. Disinilah diperlukan integritas seseorang. Integritas yang menjadikan kata dan perbuatan dalam kesatuan yang melekat. Integirtas yang memungkinkan setiap kata terwujud dalam tindakan yang mendatangkan kebajikan. Integritas yang seperti ini hanya bisa terwujud dalam hubungan dengan Allah.

Pada bacaan saat ini tampil tokoh yang bernama Abner yang adalah panglima perang Saul dan Isyiboset. Kehadiran Abner yang semakin lama semakin berpengaruh telah menimbulkan ketakutan pada Isyiboset sehingga menuduhnya berhubungan dengan Rizpa (ayat 7). Sebuah tuduhan yang menjadi pemicu dari amarah Abner dan sekaligus pemicu untuk meninggalkan keluarga Saul. Sikap Abner yang demikian amarahnya tidak lain adalah kecurigaan kepada Isyiboset bahwa rencana Abner menggser Isyiboset mulai terkuak. Jadi antara Abner dan Isyiboset sendiri terjadi kecurigaan yang berhubungan dengan posisi mereka dan Rizpa hanyalah perempuan pada posisi yang dimanfaatkan oleh keduanya. Inilah kejahatan terselubung yang mendominasi Abner maupun Isyiboset. Sikap menuduh dan respon terhadap tuduhan yang tidak berdasar merupakan pintu masuk dari semakin kuatnya perpecahan dan semakin kuatnya pengkhianatan.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Jika masalah pengkhianatan dan perpecahan adalah masalah kronis yang perlu diwaspadai maka sikap waspada itu bertumbuh dari komitmen yang kuat dalam hubungan dengan Tuhan. Artinya untuk menghadapi pengkhianatan dan perpecahan maka setiap warga jemaat perlu terus menebalkan hati dalam hubungan dengan Tuhan sebab sifat seperti Isyiboset yag tukang tuduh ada dimana-mana termasuk di gereja. Sikap Abner yang nampak baik diwajah tetapi menyimpan rencana pengkhianatan dapat terjadi dimana-man termasuk di gereja.

Suami-istri yang saling menuduh tanpa alasan adalah suami-istri yang menciptakan suasana perang dalam keluarga. Ketika tuduhan yang tidak beralasan menjadi tuduhan yang kuat maka dapat dipastikan bahwa tuduhan itu bertolak dari hal jahat yang mengendalikan pikiran (band Amsal 12:4). Sikap konsisten dari suami-istri merupakan sikap yang harus dirawat sebab antara kata dan perbuatan suami-istri sangat berpengaruh dalam kehidupan mereka dan terhadap anak-anak. suami-istri yang mengucapkan janji mereka di hadapan Tuhan perlu merawat janji tersebut untuk bisa menghadirkan kegembiraan dalam kehidupan berkeluarga.

Di sisi lain setiap diaken-penatua yang mengucapkan janji di hadapan Tuhan juga perlu merawat janji tersebut untuk melayani dengan konsisten. Artinya setiap anggota majelis jemaat perlu terus memperhatikan apa yang telah diucapkannya. Tuduhan diantara diaken ��” penatua adalah tuduhan yang bertolak dari pikiran yang jahat yang dibungkus dengan nama Tuhan.

Maka konsistensi dalam berkata dan bertindak hanya dapat diwujudkan ketika ketrlibatan Yesus menjadi penting dan utama. Semua itu akan menjawab tuduhan-tuduhan palsu yang bertolak dari ketidaktahuan dan tidak konsisten.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Demikian juga reaksi yang diperlihatkan oleh Abner adalah reaksi pengkhianatan. Sebuah sikap yang tumbuh dari bibit pengkhianatan yang teah disebar. Pengkhianatan bukanlah peristiwa sekali jadi tetapi sebuah proses yang bisa berlangsung lama. seseorang yang menjadi pengkhianat adalah hasil akhir dari sebuah proses kejahatan yang berlangsung lama dan dapat terjadi dimana-mana.

Pengkhianatan terjadi dalam keluarga ketika suami-istri tidak lgi menjadikan kehidupan rumah tangga mereka sebagai rumah tangga yang dikehendaki Allah. Pengkhianatan terbentuk dari perilaku lama yang tidak memiliki keinginan yang baik. pengkhianatan juga terjadi ketika memandang pasangan dengan nilai rendah.

Pengkhianatan dalam gereja juga bisa terjadi ketika pelayanan para presbiter melayani dengan orientasi kemegahan diri sendiri namun dibungkus dengan kata manis ‘pelayanan untuk Tuhan’. Pengkhianatan dalam pelayanan gereja dapar terjadi ketika berbicara tentang Yesus dan tidak memiliki keinginan untuk belajar mempersiapkan Firman Tuhan dengan baik. pengkhianatan semacam ini yang menjadi embrio dari lumpuhnya gereja sekalipun nampak aktif namun hanya bergerak di tempat dan terpesona dengan kebanggaan semu.

Jika demikian apakah yang harus dilakukan?

Pertama-tama bertobatlah sebab pengkhianatan dan perpecahan akan melukai hati Tuhan. Anda bisa bicara soal kehidupan keluarga dan pelayanan, namun jika tidak dilandasi dengan takut akan Tuhan maka anda melukai hati-Nya. Jadi bertobatlah.

Kedua, mulailah untuk hidup dalam kejujuran dan tidak alasan pelayanan sebagai topeng. Melayani yang diisi dengan kepura-puraan yang dibangun dengan keinginan untuk menonjolkan diri. Apa yang baik dan benar pikirkanlah itu semua (Roma 12: 2, 14:6). Allah menghendaki setiap orang untuk terus menjaga kemurnian hidupnya agar tidak tercemar oleh dunia dengan kuasanya yang menjerumuskan.

Ketiga, bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia selalu hadir sebagai pendamping untuk menolong setiap suami-istri juga setiap diaken-penatua agar memiliki keteguhan pengharapan bahwa Tuhan mampu mengubah kehidupannya.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

No Response to “KONSISTENSI DALAM PERKATAAN DAN PERBUATAN”

Comments are closed.

Jumlah Pengunjung

Ada 1 pengunjung online
November 2017
M T W T F S S
« Oct    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930