Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

KEPEKAAN LEWAT SEPOTONG ROTI

Sudah 142 kali dilihat

Malam ini adalah malam Natal. Seisi rumah mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatu sejak pagi tadi. Begitu juga dengan aku. Sesudah ibadah malam Natal, biasanya kami sekeluarga berkumpul untuk saling mengucapkan selamat Natal dan makan malam bersama.

Siang ini aku berencana untuk membeli dua loyang kue kesukaan keluarga kami.

Setelah menentukan toko roti tempat kami akan membeli kue, kami segera berangkat ke tempat tujuan.

Setibanya di toko kue, kami segera memilih kue yang dimaksud. Karena belum sempat sarapan, istriku memintaku untuk membelikannya roti isi. Satu bungkus plastik berisi tiga buah roti dengan rasa yang berbeda.

Sesudah membayar semua belanjaan kami segera menuju ke rumah. Dalam perjalanan menuju rumah kami sempat tercegat oleh lampu merah. Begitu aku mengerem mobil, tidak berapa lama kemudian seorang gadis kecil peminta-minta menghampiri kaca jendelaku. Seperti pengemis lain, ia langsung menengadahkan tangannya memohon sekeping uang. Refleks aku langsung melambaikan tanganku, menandakan menolak untuk memberi. Tanpa menunggu lebih lama, gadis kecil itu langsung meninggalkan mobilku.

Pada saat yang bersamaan, istriku memberikan roti terakhirnya kepadaku. Ia memintaku untuk memberikan roti terakhirnya kepada gadis kecil tadi. Segera kubuka jendela mobil, dan setengah berteriak kupanggil gadis kecil tadi. Setelah mendekat, kuberikan roti tadi sambil tersenyum. Gadis itu segera menerima roti dariku sambil mengucapkan terima kasih.

Sambil memegang roti itu, gadis kecil segera berlari ke arah ibu-ibu berpakaian lusuh yang duduk di tepi jalan. Mungkin perempuan tua itu adalah ibunya, begitu pikirku. Gadis kecil itu menyerahkan roti tadi kepada ibunya sambil menunjuk-nunjuk dan tertawa lebar, ke arah mobilku.Begitu lampu hijau menyala, aku segera menjalankan mobilku. Tepat saat mobilku melewati mereka, si ibu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, begitu juga dengan gadis kecil itu. Tampak sukacita di wajah mereka.

Sungguh, ucapan syukur yang terungkap lewat segaris senyum yang tulus. Aku baru menyadari, betapa berartinya pemberian yang kami pikir tidak seberapa, tapi bagi mereka, roti itu mungkin adalah sesuatu yang membahagiakan mereka.Terima kasih Tuhan, karena engkau telah membuat hatiku menjadi peka dengan orang di sekitarku.

Natal bukan soal roti dan semua asesoris lahiriah tetapi soal kepekaan menyambut Yesus.

Selamat Hari Natal – Selamat Mengalami Kasih Allah yang besar (Yoh. 3:16)

No Response to “KEPEKAAN LEWAT SEPOTONG ROTI”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Ada 1 pengunjung online
June 2017
M T W T F S S
« May    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930