Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Kamis, 7 September 2017 – Renungan Malam

Sudah 617 kali dilihat

MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 7 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
KJ.240alb : 1 Berdoa
CEROBOH

Hakim-Hakim 14:8-20
Dikeruknya madu itu ke dalam tangannya dan sambil memakannya ….. .. (ay.9)

Simson tokoh yang kerap digambarkan figur perkasa, tetapi bisa membuat pembaca merasa geli. Ia bisa bertindak kocak dan menjadi humor, tetapi menyebalkan. Salah satu selera humor yang menyebalkan, ketika ia tanpa merasa berdosa berhasil memberi makan madu dari tengkorak bangkai singa kepada orang tuanya. Setelah sah pinangan Simson diterima dan diatur orang tuanya, maka berlanjutlah pada acara pesta selama tujuh hari sesuai adat/kebiasaan (bd. Kej.29:27). Dalam pesta itu ia menghibur para tamu dengan teka-teki sulit. Semestinya para tamu tidak akan dapat mengungkap teka-teki Simson tanpa mereka memperalat isterinya. Simson kalah dalam teka-teki itu, sehingga ia terpaksa membunuh 30 orang Filistin di Askelon yang berbaju mewah dan memberi baju-baju itu sebagai tebusan taruhannya.

Pada permainan teka-teki sulit ini, Simson tidak berhasil menjaga kerahasiaan kunci jawabannya. Terpaksa kunci jawaban ia beberkan kepada isterinya yang merengek 4 hari terus-menerus karena minta arti teka-teki itu. Siapakah yang patut dipersalahkan dengan kegagalan teka-teki sulit itu? Mungkin kita akan membayangkan, betapa kesalnya hatinya Simson. Seiring kejengkelan dan kemarahan yang menyala-nyala, 30 orang Filistin berbaju mewah dia bantai. Sikap kemarahannya bisa jadijuga ditujukan dengan mempersalahkan semua pihak, baik terhadap isteri yang dicintainya,  kenapa betapa bodoh dia mau diperalat 30 orang temannya, kesal kepada semua teman pesta yang ternyata bermain curang, serta marah terhadap dirinya sendiri yang secara sadar begitu bodoh sehingga termakan tangisan tipu daya istrinya. Memandang persoalan Simson tadi memang patut ada yang dipersalahkan. ltu sama halnya bila kita sendiri mengalami keadaan buruk, betapa mudah dengan marah-marah kita akan menyalahkan banyak pihak. Tetapi keputusan untuk menyalahkan orang jarang menyelesaikan masalah. Meniru pikiran Ajahn Brahm, ” pernah bagian pundak saya gatal, tetapi siku yang digaruk, ternyata gatalnya tidak hilang. Semoga sebelum istirahat malam, kita berdamai sejenak.

KJ.240alb: 2,3
Doa: (Ya Kristus, ampunilah pikiran dan hati kami, kami mengalami situasi buruk karena kecerobohan sendiri)

No Response to “Kamis, 7 September 2017 – Renungan Malam”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
February 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728