Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

KAMIS, 16 MEI 2019 – Renungan Pagi

Sudah 226 kali dilihat

 

MINGGU III SESUDAH PASKAH

KJ.179 : 1,4 – Berdoa

ESTER DIPROSES UNTUK SUATU TUJUAN MULIA

Ester 2:15 – 18
“Ester dikasihi oleh baginda lebih daripada semua perempuan lain…” (ay.17)

Dalam masyarakat, umumnya perempuan masih dianggap objek “harta milik” laki-laki. Hal ini dipengaruhi oleh sistem kekeluargaan yang Patriarkal, yaitu sistem kekeluargaan menarik garis keturunan pihak nenek moyang laki-laki, layaknya berlaku di Persia. Pada waktu itu dunia menghasilkan peradaban maskulin (laki-laki), sebuah dunia yang didominasi norma-norma, seperti materi, status dan kekuasaan. Perempuan hidup dalam budaya yang meletakkannya dalam posisi pasif seperti awalan di… yaitu dicintai, dilindungi, diberi, dihidupi, dikawini dan seterusnya, seperti yang terjadi di kerajaan Media-Persia dalam kisah kitab Ester ini.

Pasal pertama Kitab Ester merupakan pintu masuk memahami latar belakang kisah umat Tuhan dalam dunia sekular di masa pemerintahan Ahasyweros. Saat itu orang Yahudi terbuang, tertawan, hidup di bawah hukum serta kekuasaan Media-Persia dan konsekuensinya harus tunduk pada hukum Media-Persia. Kita bisa membayangkan betapa berkuasanya sang raja! Seperti dicatat dipasal 2 khususnya ayat 15-18, raja tidak saja berhak memecat ratu yang tidak taat padanya seperti ratu Wasti, tetapi ia pun memiliki otoritas penuh menentukan siapa pengganti sang ratu tersebut. Kesempatan ini dimanfaatkan Mordekhai bagi Ester, anak angkatnya dari pamannya (ay.7,15) setelah melewati proses persiapan yang panjang bersama perempuan lainnya. Kini Ester berkesempatan menghadap raja dan ternyata kehadirannya menimbulkan kasih sayang sang raja lebih dari semua perempuan lainnya, sehingga baginda raja mengenakan mahkota kerajaan keatas kepalanya dan mengangkat Ester menjadi ratu ganti Wasti (ay.17)

Dari kisah ini ada dua hal yang dapat menjadi renungan bagi kita. Pertama, peran orang tua (Mordekhai) sangat penting dan turut menentukan masa depan Ester, bahkan bangsa Israel, karena sadar atau tidak, Ester turut berperan menyangkut kesejahteraan hidup matinya bangsa Israel di pembuangan. Kedua, untuk mendapat belas-kasihan, kemurahan bahkan mahkota terkadang kita harus mau diproses sedemikian rupa oleh Tuhan.

KJ.309 : 1,4
Doa : (Ya Bapa di sorga, bimbing kami dalam kerja dan pengabdian ditengah masyarakat dan bangsa kami menghadirkan kesejahteraan bersama)

No Response to “KAMIS, 16 MEI 2019 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
May 2019
M T W T F S S
« Apr    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031