Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Jumat, 8 September 2017 – Renungan Malam

Sudah 555 kali dilihat

MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA
JUMAT, 8 SEPTEMBER 2017
Renungan Malam
KJ.324: 1,2
LUAR BIASA

Hakim-Hakim 15:14-20
Setelah ia sampai ke Lehi dan orang-orang Filistin mendatangi dia…. (ay.14)

Meski sudah ditangkap dan kedua tangannya diikat dengan dua utas tali yang baru, tapi toh dengan mudahnya ia dapat bongkar ikatannya. la dengan sangat mudah lepaskan tali itu, seolah-olah talinya seperti tali rami yang hangus. Sorakan kemenangan orang Filistin kembali membangkitkan rasa nasionalis Simson. Seiring dengan kegeraman Simson karena sorakan itu juga, Roh TUHAN memberi dia kekuatan, keberanian, dan ketangkasan untuk menghadapi orang Filistin. 1.000 orang mati di tangan Simson yang hanya bersenjatakan tulang rahang keledai. Dan informasi tentang kemampuan Simson Iainnya adalah, nampaknya ia sangat bijaksana sehingga mampu menjalani perannya sebagai Hakim selama 20 tahun. Luar biasa.

Saat Simson berdoa minta air karena rasa hausnya, di sana ia mengakui, bahwa TUHAN|ah sumber kemengannya. Ia akui, kuasa Roh-Nya yang hadir memungkin tindakan Iuar biasa dapat Simson Iakukan. Bukankah hal yang semacam ini diakui oleh orang Kristen, diakui bahwa Dia bangkit, Dia berkuasa, orang Kristen senang mempercakapkan-Nya, la antusias semangat dikenalnya, Ia dengan semangat dicintainya. Tetapi ia mudah takut ketika berita buruk didengarnya, tidak merasa bahagia dengah kesulitannya, tidak merasa tenang di saat kecemasannya. Serba mengeluh, selalu menggerutu, banyak kecewanya. Keadaan menjadi berubah ketika kenyataan hidup terjadi, di sana seolah-olah orang Kristen berjalan tanpa Krsitus. Sayang, Kristus yang bangkit, ternyata kehadiran-Nya hanya dirasakan dalam persekutuan ibadah atau di tengah forum diskusi/percakapan. Meyakini Kristus yang hidup, berarti meyakini Kristus yang hadir, lantas kiranya roh kita tidak memadamkan kehadiran Roh Kristus itu. Justru membuka diri untuk memberi tempat kuasa Allah berkarya secara Iuar biasa. Roh Kristus adalah, “Roh yang Allah berikan kepada kita, bukanlah Roh yang membuat kita menjadi penakut. Sebaliknya Roh Allah itu membuat kita menjadi kuat, penuh dengan kasih dan dapat menahan diri” (TB.B|MK. 2Tim.1:7).

GB.324 : 3,4
Doa : (Ya Roh Kudus, meski kami lemah, terbatas dalam banyak hal, bahkan mungkin tubuh ini renta, namun pakailah hidup kami melayani pekerjaan Roh Kudus)

No Response to “Jumat, 8 September 2017 – Renungan Malam”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
March 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031