Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Jumat, 14 April 2017 – Renungan Pagi

Sudah 954 kali dilihat

JUMAT AGUNG
JUMAT, 14 APRIL 2017
Renungan Pagi
KJ.368 : 1 -Berdoa
KEMATIANKU BUKANLAH TONTONAN

Lukas 23:44-49
Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian la menyerahkan nyawaNya. (ay 46)

Parade jalan salib menjadi salah satu agenda gerejawi yang tak pernah luput dari perhatian banyak orang. Pada aksi “jalan salib” yang biasanya dilakukan bertepatan dengan peringatan Jumat Agung ditonton oleh ribuan orang. Adegan penderitaan Yesus yang berjalan sambil memikul salib, dicambuk, dihina, dan direndahkan hingga mati tersalib ditampilkan dalam lakon di area publik sehingga dapat dilihat oleh banyak orang. Sejatinya, lakon jalan salib yang tampak dl area publik itu mestilah dihayati oleh semua umat Kristen dan menggugah cita rasa iman melalui kenangan akan peristiwa penderitaan hingga kematian Yesus di Salib. Namun tidak dapat disangkali bahwa peristiwa jalan salib yang terjadi pada setiap Jumat Agung hanya menjadi “tontonan” saja, benar bukan? Lalu apa makna dari peritiwa kematian Yesus bagi kita saat ini? Luk. 23: 44-49 menampilkan sejumlah makna yang bernilai bagi umat beriman sekarang ini.

Pertama, mengaku Kristus yang disalibkan dan mati dalam perilaku hidup yang memuliakan Allah (Luk. 23: 47). Pengakuan kepala pasukan bahwa “Yesus sesungguhnya orang benar” (Luk. 23:47) haruslah juga menjadi pengakuan segenap umat yang menghayati imannya dalam perayaan Jumat Agung. Dan pengakuan itu diikuti dengan sikap hidup yang berkenaan, hidup yang benar dan hidup yang memuliakan Allah.

Kedua, Peristiwa kematian Yesus yang dilakoni dalam parade jalan salib tidak hanya sekadar menjadi tontonan publik ataupun tontonan umat beriman, sebab kematian Yesus bukanlah tontonan melainkan tindakan penyelamatan dan penebusan umat beriman dari dosa. Karena itu marilah meresponi tindakan pengurbanan Yesus yang mati di salib dengan segala penyesalan yang dalam akan segala dosa dan pelanggaran kita. Sebagaimana disaksikan Luk.23:48 bahwa orang banyak yang menyakslkan kematian Yesus itu pulang sambil memukul diri mereka sebagai tanda penyesalan. Sudahkah kita menyesali seluruh dosa dan pelanggaran kita?

KJ. 368 : 3
Doa : (Ya Yesus ajarlah kami untuk tidak meniadikan peristiwa kematian-Mu hanya sebatas tontonan, tetapi lebih dari pada itu sebagai percontohan dan teladan iman dalam sikap hidup yang benar, penuh penyesalan, dan memuliakan Allah)

No Response to “Jumat, 14 April 2017 – Renungan Pagi”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
February 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728