Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

JOHN PATON

Sudah 48 kali dilihat

 

John Paton lahir di Skotlandia pada tahun 1824, di sebuah keluarga miskin yang kedua orang tuanya sangat mengasihi Tuhan. Setiap kali sehabis makan malam, ayahnya pasti akan masuk ke kamar dan memanjatkan doa kepada Tuhan. Sejak kecil ia sudah tahu bahwa di saat-saat itu, dia dan adik-adiknya tidak boleh berisik. Kesaksian kedua orang tuanya yang cemerlang meninggalkan kesan yang sangat mendalam di dalam kehidupan Paton. Di usia yang sangat muda, Paton sudah memutuskan untuk memberikan hidupnya bagi pelayanan Tuhan. Setelah menyelesaikan studi teologinya, Paton mengajukan diri untuk melayani di Vanuatu. Pada waktu itu, organisasi di gerejanya telah dua tahun berturut-turut mengiklankan lowongan untuk mencari misionaris ke kepulauan Vanuatu tetapi masih belum berhasil mendapatkan calon yang tepat.

Paton merasa Tuhan berbicara kepadanya untuk melamar posisi itu. Paton menulis, “Saya melamar untuk misi ke Vanuatu dan setelah itu saya kembali ke kamar dengan hati yang damai, suatu hal yang sudah lama tidak saya nikmati. Tidak ada hal lain yang begitu menyenangkan dibandingkan dengan keputusan untuk maju melakukan apa yang Anda tahu sebagai kehendak Tuhan.”

Dengan doa restu dari kedua orangtuanya, maka pada tanggal 30 Agustus 1858, Paton menginjakkan kaki di Aneityum, salah satu pulau di Vanuatu, bersama istri yang baru dinikahinya. Lalu mulailah perjuangan berat untuk memenangkan suku kanibal itu. Tidak sampai satu tahun, Paton sudah kehilangan isteri dan anaknya yang baru lahir karena penyakit tropis. Kata-kata terakhir istrinya yang tercinta adalah, “Janganlah sekali-kali berpikir bahwa saya menyesal telah datang ke tempat ini. Jika diberi kesempatan sekali lagi, saya akan melakukan hal yang sama dengan penuh kegembiraan.”

Dalam suratnya Paton menulis, “Jika bukan karena Yesus dan persekutuan dengan Dia, saya pasti sudah menjadi gila atau mati di samping pusara anak dan isteri saya.” Dari pelayanan Paton bersama banyak para misionaris lain sesudahnya, mayoritas penduduk kepulauan Vanuatu hari ini percaya kepada TuhanYesus. Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa dalam hal apapun kita perlu bersandar penuh kepada Yesus sehingga mampu menjalani kehidupan sebagai pemenang. Amatilah jalan lurus untuk Tuhan dan tak peduli bergelombang maupun berbatu, selama kita yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus (bacalah Roma 8 : 35). Juga yang penting adalah keluarga, kata-kata istri Paton sebelum meninggal menunjukkan bahwa ia hadir melengkapi Paton dalam pelayanan. Doa istri yang arif dan bijak membawa pengaruh besar pada suami. Maka jalanilah kehidupan dengan
dua hal penting, keluarga dan keterlibatan Allah dan pastilah jerih lelahmu tidak siasia.

No Response to “JOHN PATON”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Ada 2 pengunjung online
August 2018
M T W T F S S
« Jul    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031