Ibadah Minggu Jam 06:00, 09:00, dan 18.00 WIB. Untuk Pos Ibadah Jam 07:00 WIB

- Tampilkan Lokasi Gereja

Cermin

Sudah 1361 kali dilihat
cermin

cermin

Berapa banyak cermin yang kita miliki? Yang pasti cermin adalah benda yang selalu kita gunakan. Cermin memang tidak menampilkan wajah yang lain selain diri kita yang berdiri di depannya. Cermin dengan keberadaannya mampu memperlihatkan beberapa hal penting :

1.     Cermin Selalu Jujur

Jika kita bercermin maka kita dapat pandangi wajah kita. Wajah kita tak akan berubah jadi lebih baik atau lebih jelek, lebih hitam atau lebih putih, selama cermin itu berfungsi sesuai kodratnya, tidak pecah, tidak rusak, dan permukaannya rata. Cermin adalah wujud kejujuran. Kita bisa menganggapnya sebagai alat untuk introspeksi diri tanpa khawatir disertai dengan suatu tendensi. Dalam diamnya ia bisa menunjukkan jati diri orang-orang yang berada di hadapannya seperti apa adanya. Diamnya tidaklah statis, diamnya memberi manfaat dengan kejujuran yang ditampakkannya.

Bukankah kejujuran merupakan hal mendasar dalam hidup selaku warga gereja. Ketika hati nurani kita tidak lagi bisa berbicara jujur dan menganggap dosa sebagai hal yang biasa, maka cermin dapat berperan indah. Dunia di sekitar kita dapat saja menjadi ‘cermin’ yang memantulkan perilaku kita. Ketika perilaku baik kita perlihatkan, dapat saja hal itu kita lupakan tetapi Tuhan pasti mengingatnya. Sebaliknya jika kita berpikir bahwa perilaku dosa adalah hal yang biasa saja, maka cermin yang jujur akan menyapa hati kita dengan diam dan senyap. Karena itu jujur pada diri sendiri adalah perilaku indah yang menghasilkan berkat bagi banyak orang. ”Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.” (I Korintus 13 : 12)

2.     Cermin Dapat Mengevaluasi Diri

Jika kita berdiri di depan cermin maka kita akan tahu, ada rambut yang mulai memutih, ada kulit halus mulus tetapi ada juga kulit yang keriput. Lalu kita mulai berusaha menampilkan yang terbaik dengan menata penampilan kita di depan cermin. Seolah-olah dalam senyapnya cermin sedang ‘berbicara’ kepada kita, ‘kancing baju itu’, ‘kerah baju itu terlipat’, ‘lipstik itu terlalu menor’, ‘bedak itu seperti topeng’, bahkan cermin dalam senyapnya juga dapat ‘berbicara’ , ‘kamu kelihatan gagah hari ini’, ‘kamu kelihatan cantik hari ini’.

Bukankah evaluasi diri perlu terus kita lakukan untuk memberi yang terbaik kepada Tuhan? Evaluasi dapat juga berarti bahwa kita sedang dipersiapkan dengan baik untuk kemuliaan Tuhan. Kita hanya perlu keberanian untuk mengakui bahwa melalui cermin, Tuhan dapat menyapa kita dalam senyap dan hening. ”Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.” (Yakobus 1 : 23)

3.     Cermin Juga Bening

Cermin yang bening akan menampilkan wajah yang bening. Cermin yang bening adalah yang bersih, sebersih hati yang bening dalam lautan kasih Allah yang begitu bening. ”Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27 : 19). Menjadi pribadi yang bening adalah pribadi yang hening serta senyap dalam melakukan hal besar.

Maka kita dapat hitung lagi berapa cermin yang kita miliki di rumah. Adakah manfaatnya bagi kita?

No Response to “Cermin”

Comments are closed.

Event Yang Akan Datang

lihat semua event yang akan datang

Jumlah Pengunjung

Users online class errors:
  • Unable to record new visitor
  • Unable to delete visitors
February 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728